Geger! Prilly Latuconsina Pasang 'Open to Work' di LinkedIn: Pelajaran Karir Paling Berharga di 2024?
Prilly Latuconsina, nama yang tak asing lagi di industri hiburan Indonesia, baru-baru ini membuat geger jagat maya. Bukan karena proyek film atau serial terbarunya, melainkan karena sebuah fitur di profil LinkedIn-nya: "Open to Work". Fenomena ini sontak menjadi perbincangan hangat, memicu spekulasi, dan tentu saja, melahirkan banyak meme. Namun, di balik kehebohan itu, tersimpan sebuah pelajaran berharga tentang karir dan keberanian yang mungkin selama ini kita lewatkan.
Bukan Sekadar Gimmick: Pelajaran dari Prilly Latuconsina
Banyak yang buru-buru menyimpulkan bahwa ini hanyalah gimmick marketing atau cara Prilly mencari sensasi. "Ah, dia kan artis, bebas saja," begitu mungkin pikir sebagian orang. Tapi, coba kita teliti lebih dalam. Jika kita meluangkan waktu sejenak untuk melihat profil LinkedIn Prilly, khususnya bagian "About Me", kita akan menemukan sesuatu yang menarik. Ia tidak menulis "Saya Artis Terkenal" atau daftar penghargaan yang sudah ia raih. Sebaliknya, ia dengan rendah hati menuliskan passion-nya di bidang Human Resources (HR) dan Marketing. Ini menunjukkan keseriusan dan niatnya untuk benar-benar mendalami dunia profesional di luar panggung hiburan.
Keputusannya untuk memasang status "Open to Work" bukanlah sekadar iseng. Ini adalah deklarasi bahwa ia siap untuk belajar, beradaptasi, dan bahkan memulai dari nol di bidang yang ia minati. Sebuah langkah berani yang jarang kita lihat dari figur publik sekelasnya. Ia membuktikan bahwa predikat "artis terkenal" tidak menghalanginya untuk menjadi seorang pembelajar sejati.
Mengapa Prilly Berani Mulai dari Nol?
Di tengah masyarakat kita, banyak yang terjebak dalam zona nyaman karir atau takut untuk mencoba hal baru karena gengsi. "Nanti gaji saya turun," "Saya sudah punya jabatan ini, masa harus mulai dari bawah lagi?" adalah alasan klasik yang sering kita dengar. Bandingkan dengan Prilly, yang secara finansial dan popularitas sudah mencapai puncak, namun tetap berani mengambil langkah untuk merintis karir di bidang yang baru.
Ini bukan tentang seberapa besar uang yang kamu miliki, tapi tentang mentalitas. Prilly menunjukkan bahwa keberanian untuk pivot karir, bahkan jika itu berarti harus menjadi pemula lagi, adalah investasi jangka panjang untuk pertumbuhan diri. Ia memprioritaskan pengembangan skill dan passion di atas status atau gaji awal.
"Title Itu Sementara, Skill Itu Selamanya"
Pernahkah kamu merasa enggan melamar pekerjaan yang sangat kamu inginkan hanya karena takut gaji akan turun sedikit atau title-mu tidak sementereng sebelumnya? Prilly Latuconsina hadir sebagai pengingat nyata: title atau jabatan itu sifatnya sementara. Hari ini kamu bisa jadi manajer, besok bisa jadi staf ahli di bidang lain. Namun, skill dan pengetahuan yang kamu miliki, itu akan melekat padamu selamanya.
Ketika kamu berani mengejar passion dan mengembangkan skill baru, kamu sedang membangun fondasi karir yang kokoh, bukan sekadar menumpuk "gelar" di kartu nama. Kisah Prilly ini adalah tamparan lembut bagi kita semua untuk mengevaluasi kembali prioritas dalam perjalanan karir.
Saatnya Kamu Berani #SIAPPIVOT!
Fenomena Prilly Latuconsina ini adalah momentum sempurna untuk merenungkan kembali tujuan karir kita. Jika seorang Prilly yang punya segalanya saja berani "turun gunung" dan menjadi pembelajar lagi, kenapa kita harus gengsi atau takut untuk mengambil langkah serupa? Mungkin ini saatnya kamu berani melamar pekerjaan impianmu, memulai bisnis baru, atau mengambil kursus di bidang yang selalu kamu inginkan.
Jangan biarkan ketakutan akan stigma atau penurunan gaji sesaat menghalangimu meraih potensi terbaikmu. Ingat, setiap perjalanan besar dimulai dari langkah kecil, dan setiap ahli pernah menjadi pemula.
Siapa yang makin semangat pivot gara-gara Prilly? Komen 'SIAP PIVOT' di bawah! Mari kita jadikan kisah inspiratif ini sebagai pemicu untuk perubahan positif dalam karir kita.
---
Tanya Jawab Seputar Fenomena Prilly Latuconsina 'Open to Work'
Apa itu fenomena Prilly Latuconsina 'Open to Work'?
Fenomena ini mengacu pada kehebohan di media sosial dan LinkedIn setelah aktris Prilly Latuconsina diketahui mengaktifkan fitur "Open to Work" di profil LinkedIn-nya, menandakan bahwa ia sedang mencari peluang karir baru di bidang HR dan Marketing.
Mengapa Prilly Latuconsina melakukan ini?
Berdasarkan profil LinkedIn-nya, Prilly memiliki ketertarikan dan passion di bidang HR dan Marketing. Keputusannya untuk mengaktifkan "Open to Work" menunjukkan keseriusan dan keberaniannya untuk mengeksplorasi karir profesional di luar dunia hiburan, bahkan jika itu berarti memulai dari nol.
Apa pelajaran yang bisa diambil dari Prilly Latuconsina?
Pelajaran utamanya adalah tentang keberanian untuk pivot karir, pentingnya skill di atas title atau gaji awal, serta kerendahan hati untuk menjadi pembelajar di bidang baru, terlepas dari status atau pencapaian yang sudah diraih.
Apakah ini gimmick marketing?
Meskipun bisa memicu perhatian, banyak yang berpendapat ini bukan sekadar gimmick mengingat dedikasi Prilly di berbagai bidang dan fokusnya pada pengembangan diri. "About Me" di profil LinkedIn-nya juga memperkuat bahwa ia serius dengan minatnya di HR dan Marketing.
Bagaimana cara memulai pivot karir seperti Prilly Latuconsina?
Untuk memulai pivot karir, identifikasi passion dan skill baru yang ingin dikembangkan, jangan takut untuk memulai dari bawah, fokus pada pembelajaran dan pengembangan skill, serta manfaatkan platform seperti LinkedIn untuk membangun koneksi dan mencari peluang.
